logo ADS IPB agribusiness development station

Jaringan AWS (Automatic Weather Station) Pertama Kali di ADS IPB

29 September 2016

Automatic Weather StationKamis, 22 September 2016, dilakukan pemasangan jaringan AWS (Automatic Weather Station) pertama kali di ADS (Agribusiness Development Station) kebun percobaan IPB yang berlokasi di Desa Cikarawang RT 003 RW 007. Pemasangan jaringan AWS terselenggara atas kerjasama LPPM IPB dan IPB-CH (IPB Climate Hub) dari FMIPA IPB. Acara ini dihadiri oleh Kepala LPPM Dr. Ir Prastowo, M.Eng., Dekan MIPA IPB Dr. Ir. Sri Nurdiati, M.Sc., Wakil Dekan FMIPA IPB Dr. Ir. Hamim, M.Si., Kadep. Geofisika dan Meteorologi Dr. Tania June, M.Sc., Direktur Eksekutif IPB-CH Prof. Dr. Ir. Hidayat Pawitan, M.Sc., Sekretaris Eksekutif IPB-CH Prof. Dr. Ir. Handoko, M.Sc., Bagian Instrumentasi Ir. Bregas Budianto, ASS.Dipl. Bagian Instrumentasi dan Tata Usaha IPB-CH Wiranto, M.Si., Bagian Teknologi dan Sistem Informasi IPB-CH Taufiq Yuliawan, S.Si dan Ahmad Shalahuddin, S.Si.

AWS adalah serangkaian sensor-sensor meteorologi yang disusun secara terpadu dan secara otomatis mencatat data–data meteorologi  (suhu, tekanan, kelembaban, penyinaran matahari, curah hujan, arah dan kecepatan angina, radiasi surya dan sebagainya) yang dimaksudkan untuk mengetahui kondisi udara dan untuk menilai kesesuaian kondisi lingkungan hidup sekitar untuk berbagai tujuan praktis.

AWS dipasang pada ketinggian 10 meter di atas permukaan tanah terbuka yang bebas dari hambatan. Sensor cuaca mengirimkan data realtime langsung ke display. Pencatatan data cuaca dapat diprogram sesuai kebutuhan, umumnya pencatatan data setiap 10 menit sekali. Data yang tersimpan di data logger dapat dipanggil menggunakan data collect (pengambilan data dari data logger ke komputer). Dalam AWS selain menggunakan listrik, juga menggunakan tenaga solar sel. Sehingga jika listrik padam, AWS tetap dapat digunakan.

TUJUAN PENGGUNAAN AWS:

  1. Menambah kepadatan jaringan yang ada dari data yang tersedia.
  2. Mensuplay data cuaca di luar jam pengamatan.
  3. Meningkatkan reliabilitas data hasil pengukuran karena menggunakan pengukuran secara digital.
  4. Untuk menjamin keseragaman data, karena menggunakan cara pengukuran yang sama.
  5. Membantu para observer pemula
  6. Mengurangi human errors.
  7. Memperkecil biaya operasi, karena sedikit menggunkan tenaga observer
  8. Mendapatkan pengukuran dan pelaporan dengan frekuensi yang tinggi(banyak)
  9. Membantu pengamatan di bidang klimatologi yang membutuhkan data dalam jangka waktu yang panjang.

Sumber: lppm.ipb.ac.id

Indeks

Copyright © 2017  Agribusiness Development Station

Jl. Carang Pulang No.1, Cikarawang, Dramaga, Bogor, Jawa Barat 16680, Indonesia

Phone: +62 251 8425627 | Fax: +62 251 8425712 | Mail: info@adsipb.com