logo ADS IPB agribusiness development station

Petani Muda Taiwan Berpendapatan Rp 2.5 M Per Tahun, Walaupun Baru Setahun Dibentuk Oleh Pemerintahnya

Oleh: Wayan Supadno

16 September 2017

pendampingan petaniHemmm Luar Biasa !

Petani Muda Taiwan berkisah pendapatannya Rp 2.5 M/tahun, padahal hanya 1 tahun didiklat oleh Pemerintahnya.

Itu dikisahkan oleh salah seorang Petani dari 18 Orang Perwakilan dari Taiwan dipimpin oleh Prof Chung-hsiu Hung di Aribusiness Development Stastion (ADS) IPB, Kampus Dramaga Bogor, Jumat 15 September 2017.

Di hadapan 36 Pengusaha Muda Pertanian Indonesia, perwakilan dari daerah-daerah se-Indonesia dengan ragam latar belakang komoditas permainan bisnisnya, utamanya hortikultura.

Pak Pieter Tangka, Sarjana Pertanian lulusan UGM dan S2 nya dr Israel, salah seorang perwakilan Pengusaha Pertanian kita berkisah juga bahwa terlalu rumit sulit jadi Petani Muda Pertanian di Indonesia. Karena dirasa kurang dapat perhatian perlindungan dari Pemerintah.

Karena duduknya di samping saya, lalu saya tanya kenapa kok kisahnya begitu,  penjelasan Pak Pieter ke saya singkat saja,  "Beberapa bulan lalu saya rugi di atas Rp 7 Milyar karena saat panen Bawang Merah dibanjiri Bawang Merah Impor dan saat ini juga sedang panen Cabe seluas 60 ha harga Cabe hanya sekitar Rp 5.000/kg di Petani. Rugi Milyaran lagi!

Program Diskusi antar Petani Taiwan dan Indonesia kami rasakan sangat - sangat bermanfaat.

Program ke depan:

  1. Akan lebih intensif lagi dalam saling memberi informasi bisnis ekspor impor maupun transfer teknologi maupun hasil inovasi.
  2. Bergantian saling mengunjungi dalam upaya melahirkan Petani Muda Inovatif di Indonesia dan Taiwan.
  3. ADS milik IPB kami sarankan agar mereplikasikan kebaikan-kebaikannya di daerah-daerah. Ternyata disambut baik dan disetujui oleh Pengelolanya Prof. Anas D. Susila. Bahkan katanya siapapun boleh datang  belajar maupun berlatih di ADS IPB secara gratis.  Padahal menurut kami  ADS IPB sangat modern.  "Produksi Petani mitra  ADS belum bisa memenuhi pasar yang ada" , Ujar Prof Anas D. Susila.
  4. Beberapa waktu ke depan kami usulkan agar IPB memberikan fasilitas Pertemuan Dialog Interaktif antara Praktisi, Akademisi, Birokrasi, Perbankan maupun peran lain seperti Kementrian Perdagangan.

Dalam bayangan saya, jika ada inisiatif tiap Kabupaten se-Indonesia memiliki semacam ADS pasti akan bermanfaat mendongkrak minat bertani inovatif pada kaum muda dan inilah jalan pintas mensejahterakan masyarakat kita.

Kesimpulan kami, Pemerintah Taiwan sedang sangat serius menyiapkan Generasi Penerusnya di bidang Pertanian  Inovatif Mandiri terasa begitu tinggi perhatiannya

Pemerintahnya membuat Diklat Intensif Pembentukan Pengusaha Muda Pertanian Inovatif, mereka mejauhkan dari  program - program bantuan sosial dll. Mereka lebih perhatian pada pembentukan karakter imovatif, melatih kemandirian, pemberian data peluang jaring bisnisnya dan bukan hanya pemberian ilmu hafalan  tapi melatihnya hingga bisa mandiri, ibaratnya hingga mampu menyopir mobil sendiri.

Atas nama pribadi saya selaku yang dipercaya oleh IPB untuk mengkoordinir dan segenap Petani yang hadir, dengan kerendahan Hati kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Keluarga Besar IPB.

Senoga diskusi maupun penjabaran kerja sama antara Pengusaha Muda Agribisnis Taiwan dan Indonesia bisa lestari bersinergi, demi kebaikan NKRI.

Indeks

Copyright © 2017  Agribusiness Development Station

Jl. Carang Pulang No.1, Cikarawang, Dramaga, Bogor, Jawa Barat 16680, Indonesia

Phone: +62 251 8425627 | Fax: +62 251 8425712 | Mail: info@adsipb.com