Cicip Jambu Kristal IPB Bijinya Sedikit Buahnya Renyah

jambu kristalManager Produksi, Agribusiness Development Station (ADS) Cikarawang, Institut Pertanian Bogor (IPB), Ezipotia Rusli mengatakan, saat ini pihaknya memiliki 20 petani mitra yang menanam jambu kristal di wilayah Bogor.

“Satu petani, kira-kira menananm 100-200 pohon, yang tersebar di Cikarawang, Bantarsari, Cimayang, Cibatok, dan wilayah Kota Bogor,” katanya kepada TribunnewsBogor.com, saat pelatihan menanam jambu kristal di ADS Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Rabu (11/5/201).

Ia mengatakan, pihaknya selama ini membantu petani jambu untuk menanam, merawat, dan menjual hasil panennya ke supermarket.

“Kami hanya mengambil margin sedikit, karena fokus kami adalah untuk membantu petani di sekitar,” katanya.

Rusli juga menjelaskan, sebelum populer seperti sekarang ini, bibit jambu kristal awalnya berasal dari Taiwan, kemudian ditanam di Mojokerto.

“Tapi ternyata di sana kurang laku, kemudian dibawa pada Tahun 2007 ke Bogor, dan ternyata responnya lebih baik. Hingga saat ini, kami masih dalam upaya mengenalkan, karena masih banyak juga yang belum mengetahui,” jelasnya.

Saat ini, kata dia, pasaran jambu kristal dari ADS IPB masih disekitar Jabodetabek, dan permintaannya sangat tinggi.

“Untuk memenuhi permintaan konsumen sebenarnya masih kurang, sebab petani di sini masih agak susah menerapkan SOP kami. Sehingga kualitasnya rendah, jadi tidak bisa kita bantu jual ke konsumen,” ujarnya.

Dampaknya, para petani jadi menjual hasil panennya ke tetangga sekitar, atau ke kerabatnya.

“Keunggulan jambu kristal ini dibanding jambu lainnya yakni rasanya lebih renyah, dan memiliki biji yang sangat sedikit,” kata dia.

Namun, kekurangan dari jambu kristal ini yakni tingkat ketahanannya lebih rendah dari produk buah lainnya.

“Daya tahannya hanya satu minggu, dan jambu kristal ini juga tidak tahan terlalu dingin, harus di atas 10 derajat, makanya jambu kristal jarang dijual di pinggir jalan,” tandasnya.

Satu kilo gram (kg) jambu kristal grade A di ADS dibanderol Rp 27 ribu, sedangkan untuk grade B dijual Rp 17 ribu.

Sumber: Tribunnewsbogor